Dulu Buruh Pabrik, Kini Pimpin Kadin Konut: Perjalanan Muh. Osmar Membangun Usaha dari Nol

oleh -23 Dilihat
Ketgam : Kerja Keras Tidak Akan Menghianati Hasil.

Berkabar.co – Konawe Utara. Tidak ada yang instan dalam perjalanan Muh. Osmar, S.Hut., M.M. Sebelum dipercaya memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Konawe Utara, ia lebih dulu merasakan kerasnya dunia kerja sebagai buruh pabrik.

Tahun 2017 menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya. Osmar memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh pabrik dan mengambil langkah berani untuk masuk ke dunia usaha.

Bersama sejumlah sahabat, ia merintis usaha di bidang agen kapal dan bongkar muat. Dari pekerjaan tersebut, Osmar mulai membangun pengalaman, memperluas jaringan, sekaligus memahami secara langsung dinamika dunia usaha dari lapangan.

Keputusan yang saat itu mungkin terlihat sederhana justru menjadi pintu menuju perjalanan yang jauh lebih besar.

Dari Buruh, Merintis Usaha, hingga Dipercaya Memimpin Kadin

Osmar tidak lahir dari ruang pengusaha besar. Ia membangun perjalanan usahanya secara bertahap.

Pengalaman sebagai buruh menjadi bagian penting dalam membentuk perspektifnya. Ia pernah berada di posisi sebagai pekerja yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan, sebelum kemudian mencoba membangun usaha sendiri.

Di sisi lain, pengalaman dalam aktivitas organisasi dan kemasyarakatan ikut memperluas jaringan serta cara pandangnya dalam melihat persoalan ekonomi dan dunia usaha.

BACA JUGA:  Pimpin Sertijab Kapolsek Wiwirano, Kapolres Konawe Utara Ingatkan Lima Pilar Utama Commander Wish Kapolda Sultra

Perjalanan panjang itu akhirnya membawa Osmar pada kepercayaan yang lebih besar.

Ia terpilih sebagai Ketua Kadin Konawe Utara, organisasi yang memiliki posisi strategis dalam mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Bagi Osmar, amanah tersebut sekaligus menjadi tantangan baru.

Pengalaman sebagai pekerja dan pelaku usaha diharapkan dapat menjadi bekal dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha di Konawe Utara, termasuk membuka ruang kolaborasi, memperkuat kemitraan, serta mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal.

Bukan Sekadar Jabatan

Memimpin Kadin bukan sekadar persoalan posisi organisasi. Ada pekerjaan besar yang menanti, terutama bagaimana dunia usaha di Konawe Utara dapat berkembang dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Kadin dituntut mampu menjadi jembatan komunikasi antara pelaku usaha, pemerintah, investor, dan masyarakat.

Dalam konteks itu, perjalanan Osmar dari seorang buruh pabrik menjadi pengusaha hingga dipercaya memimpin Kadin menjadi cerita tersendiri.

Ia pernah merasakan bagaimana sulitnya membangun kehidupan dari pekerjaan sebagai buruh. Ia kemudian mencoba mengambil risiko dengan membangun usaha bersama rekan-rekannya.

Kini, pengalaman tersebut membawanya ke ruang yang lebih luas untuk ikut berbicara mengenai masa depan dunia usaha di daerah.

BACA JUGA:  Ancaman Karhutla Mengintai, Kades Hialu Utama Sri Sumarti Warning Warga Tak Membakar Sembarangan

Dari Bawah, Menatap Masa Depan

Perjalanan Muh. Osmar menunjukkan bahwa perubahan besar terkadang bermula dari keberanian mengambil satu keputusan.

Pada 2017, ia memilih meninggalkan zona pekerjaan sebagai buruh pabrik. Dari sana, ia merintis usaha, membangun jaringan, melewati berbagai proses, hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan untuk memimpin organisasi dunia usaha.

Perjalanan itu belum selesai.

Justru setelah dipercaya menjadi Ketua Kadin Konawe Utara, tantangan yang dihadapi semakin besar. Osmar kini tidak hanya dituntut mengembangkan dirinya sebagai pengusaha, tetapi juga membawa organisasi yang dipimpinnya agar mampu memberi ruang lebih besar bagi pertumbuhan dunia usaha di Konawe Utara.

Dari pengalaman sebagai buruh hingga menjadi pemimpin organisasi pengusaha, satu hal yang terlihat jelas dari perjalanan Osmar: posisi hari ini dibangun dari proses panjang yang dimulai dari bawah.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa dunia usaha bukan hanya tentang modal dan keuntungan, tetapi juga tentang keberanian mengambil peluang, membangun kepercayaan, memperluas jaringan, dan bertahan dalam proses yang panjang.

 

Laporan : Redaksi