Tamalaki Wonua Kalo Sara Sultra Gelar Diksar ke-11, 70 Anggota Baru Dibina untuk Lestarikan Budaya Tolaki

oleh -157 Dilihat

Berkabar.co – Morosi – Konawe. Organisasi Tamalaki Wonua Kalo Sara Sulawesi Tenggara kembali melaksanakan Pendidikan Dasar (Diksar) ke-11 dengan melibatkan sebanyak 70 orang anggota baru. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Puuruy, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu, 4 November 2026.

Dari total 70 peserta tersebut, terdiri atas 45 orang laki-laki dan 25 orang perempuan yang berasal dari sejumlah daerah, yakni Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kota Kendari, Kabupaten Konawe Utara (Konut), dan Kabupaten Konawe.

Kegiatan Pendidikan Dasar tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum Tamalaki Wonua Kalo Sara Sultra, Jefri Syukur, S.H., sebagai bagian dari proses perekrutan dan pembinaan calon anggota baru sebelum bergabung secara resmi dalam organisasi.

Diksar merupakan tahapan pendidikan dan pelatihan awal yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan dasar kepada calon anggota, sekaligus membentuk kader yang memiliki karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, rasa persaudaraan, serta kepedulian terhadap masyarakat dan daerah.

Salah satu tujuan terpenting dalam pelaksanaan Diksar ke-11 ini adalah memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pengenalan, kecintaan, serta pelestarian adat dan budaya Tolaki sebagai identitas dan warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya.

Saat dikonfirmasi Tim Berkabar.co, Ketua Umum Tamalaki Wonua Kalo Sara Sultra, Jefri Syukur, S.H., menyampaikan bahwa Pendidikan Dasar merupakan salah satu persyaratan dalam proses perekrutan calon anggota baru. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh ilmu dan pengetahuan dasar sebagai bekal dalam menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi.

BACA JUGA:  Bupati Konawe Utara Hadir di Hari Jadi ke-66 Konawe, Tegaskan Semangat Kebersamaan

Menurutnya, pendidikan dasar tidak hanya berorientasi pada pengenalan organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan peningkatan wawasan anggota, khususnya dalam memahami nilai-nilai sosial, budaya, serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Selain itu, para calon anggota diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial dengan mengambil bagian dalam kegiatan kemasyarakatan, kemanusiaan, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Aspek kesadaran hukum juga menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota. Setiap kader diharapkan mampu menghormati hukum yang berlaku, menjaga ketertiban umum, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan secara bijaksana, damai, dan bermartabat.

Lebih jauh, pelestarian adat dan budaya Tolaki menjadi salah satu perhatian utama organisasi. Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal sejarah dan tradisi leluhur, tetapi juga mampu menjaga, menghormati, serta mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua TWK Distrik Morosi, Bang Safar, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan Diksar ke-11 dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

Ia juga mengungkapkan bahwa menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi TWK Distrik Morosi karena wilayah Morosi dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pendidikan Dasar Tamalaki Wonua Kalo Sara Sultra yang ke-11.

Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta membangun kebersamaan antarkader Tamalaki dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Sara Distrik Morosi, Bang Rahmat, juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta Diksar agar benar-benar mengikuti setiap materi dan arahan yang diberikan selama proses pendidikan berlangsung.

BACA JUGA:  Liburan Asyik di The Sun's Villa: Menikmati Keindahan Laut dan Fasilitas Lengkap

Ia berharap seluruh peserta dapat menyimak dengan baik setiap materi yang disampaikan sehingga kegiatan tersebut benar-benar memberikan manfaat, menambah wawasan, serta menghasilkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.

Lebih lanjut, Bang Rahmat menegaskan bahwa setelah resmi bergabung dengan organisasi Tamalaki Wonua Kalo Sara Sultra, seluruh anggota diharapkan dapat bersama-sama menjaga marwah dan nama baik organisasi.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada anggota yang menyalahgunakan nama organisasi untuk kepentingan atau tindakan yang bertentangan dengan aturan, nilai, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Menurutnya, setiap anggota harus memahami bahwa menjadi bagian dari organisasi bukan hanya tentang status keanggotaan, melainkan juga menyangkut tanggung jawab moral dalam menjaga kehormatan, persatuan, dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

Dengan terlaksananya Pendidikan Dasar Tamalaki Wonua Kalo Sara Sultra ke-11 yang diikuti 70 anggota baru tersebut, diharapkan lahir kader-kader yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, menjunjung tinggi nilai adat dan budaya Tolaki, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Tamalaki bukan sekadar wadah berhimpun, tetapi diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi muda untuk menjaga kehormatan adat, memperkuat persaudaraan, menjunjung tinggi aturan organisasi, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.

 

Laporan : Redaksi