Berkabar.co – Konawe Utara, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Konawe Utara terus menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap keluarga besar tenaga pendidik melalui program santunan duka bagi guru yang meninggal dunia. Program yang bersumber dari sumbangan sukarela anggota tersebut telah berjalan selama tiga tahun.
Komitmen itu kembali diwujudkan melalui penyerahan donasi kepada keluarga almarhum Muh. Alfariky, guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Molawe, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Penyerahan donasi dilakukan secara langsung oleh Sekretaris PGRI Kabupaten Konawe Utara, Dr. Hartawan, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Ketua PGRI Kabupaten Konawe Utara, Dr. Asmadin, S.Pd., M.M. Kegiatan tersebut turut didampingi Wakil Ketua I PGRI Konut, Burhan, S.Pd.I., M.Pd., Bendahara PGRI Konut, Hj. Mardiana, S.Ag., serta pengurus PGRI Kecamatan Molawe.
Kehadiran jajaran pengurus PGRI tersebut menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap keluarga almarhum sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan tenaga pendidik Kabupaten Konawe Utara.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris PGRI Kabupaten Konawe Utara, Dr. Hartawan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa donasi yang diserahkan merupakan hasil sumbangan sukarela anggota PGRI Kabupaten Konawe Utara. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program santunan duka yang diperuntukkan bagi anggota atau guru yang meninggal dunia.
“Donasi yang kami berikan ini merupakan sumbangan sukarela dari anggota PGRI Kabupaten Konawe Utara. Salah satu program PGRI adalah memberikan santunan atau sumbangan duka kepada seluruh anggota atau guru yang meninggal dunia,” jelas Hartawan.
Ia menegaskan, program tersebut tidak membedakan status kepegawaian guru. Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada guru yang meninggal dunia, baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), PPPK paruh waktu, maupun guru honorer.
Menurut Kabid Dikdas Tersebut program santunan duka tersebut telah berjalan selama tiga tahun dan menjadi salah satu upaya organisasi dalam menjaga semangat kebersamaan serta solidaritas antarguru di Konawe Utara.
“Program ini sudah berjalan selama tiga tahun. Kami ingin menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sesama anggota PGRI. Ketika ada anggota atau guru yang meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan diharapkan tetap merasakan perhatian dan dukungan dari keluarga besar organisasi,” tambahnya.
Almarhum Muh. Alfariky semasa hidupnya mengabdikan diri sebagai guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Molawe. Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga serta rekan-rekan sejawat di lingkungan pendidikan.
Melalui program tersebut, PGRI Kabupaten Konawe Utara berupaya memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial di kalangan tenaga pendidik. Program ini juga menjadi wujud kebersamaan bahwa ikatan organisasi tidak berhenti pada hubungan profesi, tetapi tetap terjaga melalui perhatian dan dukungan ketika salah satu anggota mengalami musibah.
PGRI Kabupaten Konawe Utara berharap semangat kepedulian tersebut terus dipertahankan dan menjadi penguat hubungan kekeluargaan di antara para guru, tanpa membedakan status kepegawaian maupun tempat pengabdian.
Keluarga besar PGRI Kabupaten Konawe Utara turut menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya almarhum Muh. Alfariky. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Laporan : Redaksi





