Temu Teman Nusantara ke-22 di Kendari: Merawat Identitas Lewat “Suara Tanah Lulo”

oleh -589 Dilihat

Berkabar.co, Kendari – Pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) ke-22 akan kembali digelar pada awal September mendatang. Kota Kendari terpilih menjadi tuan rumah dalam event besar teater tersebut.

Temu Teman merupakan kegiatan teater tingkat nasional yang dihadiri oleh lembaga seni kampus, komunitas hingga pegiat teater dari berbagai daerah di Indonesia. Temu Teman menjadi ruang bertemu, berteman serta berbagi pengalaman dalam mempererat jaringan seni dan budaya.

Ketua Panitia, Fatmadillah ditemani Bendahara Panitia Elsa Suciani menjelaskan dalam persiapannya beberapa lembaga seni kampus di Kota Kendari ikut tergabung dalam kepanitiaan. Hal tersebut merupakan upaya kolektif untuk menyukseskan kegiatan Temu Teman ke-22.

Fatmadillah juga menjelaskan, tema yang diangkat dalam Temu Teman ke-22 di Kendari adalah “Suara Tanah Lulo”. Tema tersebut merupakan gagasan panitia dalam merespon isu lingkungan dan budaya yang ada di Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA:  Marzuq Muammar, S.Ars : Dampak Tambang Nikel di Sultra Jauh Lebih Parah dari Raja Ampat

Gagasan “Suara Tanah Lulo” dapat dimaknai sebagai tema yang mengangkat hubungan antara manusia, budaya, dan alam yang menyatu dalam identitas masyarakat Sulawesi Tenggara.

Kata suara melambangkan panggilan, cerita, jeritan, doa, atau harapan. Kata tanah melambangkan asal-usul, tempat berpijak, warisan leluhur, sumber kehidupan dan lingkungan sekitar. Sedangkan lulo merupakan tari identitas masyarakat Sulawesi Tenggara yang sampai saat ini masih terjaga. Lulo merupakan simbol kebersamaan, kesetaraan dan keharmonisan sosial.

“Suara Tanah Lulo” adalah tentang bagaimana tanah (asal-usul dan budaya) ‘berbicara’ menyampaikan pesan tentang kebersamaan, kehilangan, dan identitas di tengah perubahan zaman,” katanya.

BACA JUGA:  Pererat Silaturahmi Pasca Idul Fitri, Pemkab Konut Kunjungi Rujab Gubernur dan Wagub Sultra

Lanjut Fatmadillah mengungkapkan, panitia telah mengemas konsep kegiatan Temu Teman ke-22 di Kendari yang pastinya akan berbeda dengan pelaksanaan Temu Teman sebelumnya. Hal tersebut akan membekas pada peserta Temu Teman nanti yang akan hadir di Kota Kendari.

Fatmadillah juga berharap kegiatan ini mendapat dukungan pemerintah Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari serta keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan Temu Teman ke-22 di Kendari.

“Proposal dan undangan sementara dirampungkan oleh panitia, secepatnya akan segera disebar ke seluruh lembaga seni kampus se-Indonesia. Semoga juga kegiatan ini menjadi salah satu pemantik untuk terus menyalakan api kesenian di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.