Soroti Bayang Perundungan di Hardiknas 2026, Samir Gerindra Tegas: Tidak Ada Tempat untuk Bullyin

oleh -52 Dilihat
Ketgam : Samir Anggota DPRD Konawe Utara Asal Gerindra Partai Besutan Presiden Prabowo Subianto.

Berkabar.co – Konawe Utara. Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang seharusnya menjadi ruang refleksi kemajuan pendidikan, justru turut disorot sebagai pengingat masih adanya persoalan serius di dunia pendidikan, yakni praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Anggota DPRD Konawe Utara dari Fraksi Gerindra, Samir, menegaskan bahwa isu perundungan tidak boleh lagi dianggap sebagai hal sepele, karena berdampak langsung pada mental, prestasi, hingga masa depan peserta didik.

“Hardiknas harus menjadi momentum evaluasi bersama. Kita masih sering mendengar kasus bullying di sekolah. Ini harus dihentikan. Tidak boleh ada lagi pembiaran,” tegas Samir, Rabu (29/4/2026).

BACA JUGA:  Rute Jauh Bukan Penghalang, Kades Bandaeha Harianto, S.Pi Bersama Warga Mendaki Gunung Bersihkan Bak Air 

Ia menilai, perkembangan teknologi dan media sosial turut memperluas bentuk perundungan, tidak hanya secara fisik tetapi juga verbal dan digital. Karena itu, menurutnya, pendekatan pencegahan harus diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.

Samir juga mendorong agar satuan pendidikan lebih aktif membangun sistem pengawasan dan edukasi karakter kepada siswa, termasuk memperkuat peran guru dalam mendeteksi dini potensi konflik antar pelajar.

“Guru harus diberi ruang dan dukungan penuh untuk membina karakter siswa. Orang tua juga tidak boleh lepas tangan. Pendidikan bukan hanya tugas sekolah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bupati Konut H.Ikbar menghadiri Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Pulau Sulawesi

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif agar peserta didik dapat berkembang tanpa rasa takut.

“Kalau ingin pendidikan kita maju, maka stop bullying adalah syarat utama. Tidak boleh ada kompromi untuk kekerasan dalam bentuk apapun di sekolah,” tutupnya.

Peringatan Hardiknas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen bersama dalam menciptakan dunia pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perundungan.

 

Laporan : Redaksi