Berkabar.co – Konawe Utara. Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya membutuhkan kesiapsiagaan aparat dan pemerintah, tetapi juga keterlibatan keluarga serta masyarakat sejak dari lingkungan terkecil.
Semangat tersebut menjadi perhatian Ketua Bhayangkari Cabang Polsek Wiwirano, Jumarni, S.Pd.Gr., M.IP, yang mendorong perempuan dan keluarga mengambil peran dalam menjaga lingkungan serta membangun kesadaran bersama untuk mencegah terjadinya Karhutla.
Menurut Jumarni, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran keluarga. Edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan dapat dimulai dari rumah, kemudian diteruskan kepada lingkungan sekitar.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Perempuan dan keluarga juga bisa mengambil peran, mulai dari mengingatkan anggota keluarga agar tidak membakar lahan sembarangan hingga menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal,” ujar Jumarni.
Mulai dari Keluarga
Jumarni menilai pencegahan Karhutla harus dilakukan sejak dini melalui edukasi dan kebiasaan menjaga lingkungan.
Ia mengajak para ibu agar aktif memberikan pemahaman kepada anak-anak dan anggota keluarga mengenai bahaya api, terutama ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.
Menurutnya, kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan dengan menggunakan api perlu dilakukan secara hati-hati karena api dapat merambat apabila kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari keluarga. Kalau setiap keluarga memiliki kepedulian, kemudian diterapkan di lingkungan masing-masing, tentu upaya pencegahan Karhutla akan semakin kuat,” katanya.
Bhayangkari Dorong Kegiatan Sosial
Selain edukasi, Jumarni juga mendorong kegiatan Bhayangkari agar dapat bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Program seperti gotong royong membersihkan lingkungan, bakti sosial, kegiatan kesehatan, edukasi ibu dan anak serta kegiatan kemasyarakatan lainnya dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat komunikasi antara keluarga besar Polri dengan masyarakat.
Ajak Pemerintah Desa dan Masyarakat Bersinergi
Jumarni juga mengajak pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan dan seluruh warga di wilayah Wiwirano untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.
Ia menilai kolaborasi akan lebih efektif apabila setiap pihak mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Kita berharap pemerintah desa, masyarakat, kelompok perempuan dan seluruh elemen dapat bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kita bergerak,” ujarnya.
Selaras dengan Upaya Polsek Wiwirano
Gerakan tersebut juga menjadi bentuk dukungan sosial terhadap langkah Kapolsek Wiwirano IPDA Irfan Januar, S.IP, yang menempatkan pencegahan Karhutla sebagai salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan tugasnya.
Namun, Jumarni menegaskan bahwa peran Bhayangkari berada pada ruang sosial dan edukasi masyarakat, terutama mendorong keluarga agar semakin peduli terhadap lingkungan.
“Bhayangkari akan terus mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin perempuan dan keluarga menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla,” tuturnya.
Jumarni berharap kesadaran tersebut tidak hanya muncul ketika musim kemarau, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Mari mulai dari diri sendiri, dari keluarga dan dari lingkungan kita. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Lingkungan yang kita jaga hari ini adalah warisan untuk anak-anak kita,” pungkasnya.
Laporan : Redaksi





