Karhutla Mengintai, Kades Kuratao Husna Warning Warga: Jangan Buka Lahan dengan Api

oleh -10 Dilihat
Ketgam : Warning !!! Pemerintah Desa Kuratao Larsng Keras Warganya Buka Lahan dengan cara Membakar.

Berkabar.co – Konawe Utara. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak boleh dipandang sebelah mata. Di tengah kondisi lahan yang berpotensi kering dan mudah terbakar, satu percikan api saja dapat berubah menjadi bencana yang sulit dikendalikan.

Kondisi tersebut mendorong Kepala Desa Kuratao, Husna, S.Pd, untuk mengeluarkan peringatan kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Husna menegaskan, pembukaan lahan menggunakan api mungkin terlihat sebagai cara cepat dan murah untuk membersihkan areal, tetapi risikonya jauh lebih besar apabila api merembet ke lahan lain, perkebunan, semak belukar hingga kawasan hutan.

“Kami mengingatkan seluruh masyarakat Desa Kuratao agar jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jangan sampai karena ingin cepat membersihkan lahan, justru api tidak terkendali dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tegas Husna.

Jangan Tunggu Api Membesar

Menurut Husna, pencegahan Karhutla harus dimulai sebelum api muncul. Masyarakat tidak boleh menunggu kebakaran terjadi baru kemudian mengambil tindakan.

BACA JUGA:  89 Management Kreatif Sukses Selenggarakan Festival Konasara HUT Kabupaten Konawe Utara

Ia meminta warga yang hendak membuka lahan untuk menggunakan cara-cara yang lebih aman dan tidak menimbulkan potensi penyebaran api.

“Jangan tunggu api membesar baru kita panik. Pencegahan harus dilakukan sejak awal. Kalau sudah terjadi kebakaran, dampaknya bisa ke mana-mana dan penanganannya tentu jauh lebih sulit,” ujarnya.

Husna juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan yang mudah terbakar.

Masyarakat Diminta Saling Mengingatkan

Lebih lanjut, Husna menilai pencegahan Karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah desa maupun petugas pemadam kebakaran.

Menurutnya, masyarakat merupakan garda terdepan dalam mencegah munculnya titik api. Karena itu, warga diminta ikut mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla,” katanya.

BACA JUGA:  Ancaman Karhutla Mengintai, Kades Hialu Utama Sri Sumarti Warning Warga Tak Membakar Sembarangan

Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran yang dapat mengancam lahan pertanian, perkebunan, kawasan hutan maupun permukiman.

Buka Lahan Boleh, Bakar Lahan Jangan

Husna menekankan bahwa imbauan tersebut bukan berarti menghambat aktivitas masyarakat di sektor pertanian dan perkebunan. Warga tetap dapat melakukan pembukaan lahan, namun harus menggunakan metode yang aman dan tidak meningkatkan risiko kebakaran.

“Silakan masyarakat mengolah dan membuka lahan untuk pertanian maupun perkebunan, tetapi jangan menggunakan cara yang berisiko. Buka lahan boleh, tetapi jangan membakar lahan,” pungkasnya.

Pemerintah Desa Kuratao pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pencegahan Karhutla sebagai gerakan bersama. Sebab, ketika kebakaran telah meluas, kerugian bukan hanya dirasakan oleh pemilik lahan, tetapi dapat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat secara lebih luas.

 

Laporan : Redaksi