Longsor PT KDI di Lameruru Tewaskan Empat Karyawan, Kapolsek Wiwirano Sampaikan Duka

oleh -43 Dilihat
Ketgam : Proses Evakuasi Korban.

Berkabar.co – Konawe Utara. Empat karyawan PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) tewas tertimbun material longsor di area Blok A, Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (22/9/2026) sore.

Musibah terjadi saat sejumlah pekerja tengah menjalankan aktivitas produksi dan pengambilan sampel produksi untuk dibawa ke laboratorium. Setelah pengambilan sampel selesai, longsoran material pertama terjadi hingga membuat satu unit excavator terbenam.

Sejumlah pekerja kemudian berupaya membantu mengevakuasi alat berat tersebut. Namun, karena cuaca dan waktu yang telah memasuki akhir shift, proses evakuasi dihentikan dan direncanakan dilanjutkan keesokan harinya.

Situasi berubah ketika sebagian pekerja meninggalkan lokasi dan excavator bergerak keluar dari area tersebut. Longsoran kembali terjadi dan menerjang enam orang. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, termasuk operator excavator, sementara empat lainnya tertimbun material.

BACA JUGA:  Bhayangkari Peduli Lingkungan, Ketua Bhayangkari Cabang Polsek Wiwirano Dorong Perempuan dan Keluarga Bersama Cegah Karhutla

Menerima laporan kejadian, personel Polsek Wiwirano bergerak ke lokasi. Sekitar pukul 18.00 WITA, personel yang dipimpin Wakapolsek Wiwirano tiba dan bersama pihak terkait langsung melakukan pencarian serta evakuasi.

Empat korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Kendari untuk pemeriksaan medis, identifikasi, dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Kapolsek Wiwirano Sampaikan Belasungkawa

Kapolsek Wiwirano IPDA Irfan Januar, S.IP. menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

«“Atas nama pribadi dan jajaran Polsek Wiwirano, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar IPDA Irfan.»

BACA JUGA:  Inovasi Teknologi Solusi Cepat Wujudkan Program Pembangunan 3 Juta Rumah

Ia menegaskan, musibah tersebut menjadi perhatian serius terhadap aspek keselamatan kerja, khususnya pada aktivitas di kawasan yang memiliki potensi longsor dan pergerakan material.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan kerja. Setiap potensi bahaya harus diantisipasi sedini mungkin,” katanya.

IPDA Irfan juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab maupun kronologi musibah.

Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian kejadian dan faktor yang menyebabkan longsoran tersebut.

 

Laporan : Redaksi