Berkabar.co – Konawe Utara. Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan praktik pembakaran hutan maupun lahan dengan alasan membuka atau membersihkan area perkebunan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keselamatan warga.
Dalam imbauan yang disampaikan melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Utara, masyarakat diminta untuk tidak membakar hutan, lahan maupun kawasan perkebunan. Pesan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan hutan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Rasniatin, S.Sos, turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut berpotensi menyebabkan api sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
“Jangan bakar hutan, jangan bakar lahan, jangan merusak lingkungan. Mari lestarikan hutan untuk masa depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi imbauan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Warga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau terjadi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
Imbauan ini sejalan dengan langkah kesiapsiagaan lintas instansi di Konawe Utara. Pada 19 Agustus 2026, Polres Konawe Utara bersama pemerintah daerah, TNI, Basarnas, Damkar dan Dinas Kesehatan juga menggelar apel kesiapan tanggap bencana yang salah satunya difokuskan pada antisipasi Karhutla.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan pemadaman kebakaran dapat menghubungi Damkar Konawe Utara di nomor 0408-2332860, sebagaimana tercantum dalam materi imbauan Pemda Konut.
Upaya pencegahan Karhutla dinilai membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Karena itu, warga diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan ikut menjaga hutan serta lingkungan demi keselamatan bersama dan keberlanjutan generasi mendatang.
Laporan : Redaksi





