Berkabar.co – Wiwirano – Konawe Utara. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum bagi masyarakat Desa Wawoheo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, untuk memperkuat keimanan, membangun akhlak mulia, serta menjaga kerukunan antarwarga.
Kepala Desa Wawoheo, Daris H, S.Si, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk meneladani sikap dan perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi merupakan momentum untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Nilai-nilai keteladanan beliau seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian dan kasih sayang sangat penting kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Daris.
Menurutnya, kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis merupakan salah satu modal penting dalam mendukung pembangunan desa. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Wawoheo untuk terus menjaga silaturahmi, saling menghormati dan memperkuat semangat kebersamaan.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Wawoheo, Armi Suparmi, berharap momentum Maulid Nabi juga dapat menjadi pengingat bagi kaum perempuan, khususnya ibu-ibu PKK, untuk terus mengambil peran dalam membangun keluarga yang harmonis dan berakhlak.
Armi mengajak seluruh ibu-ibu PKK untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam mendidik dan membimbing anak-anak di lingkungan keluarga.
“Harapan saya, ibu-ibu PKK dapat menjadi teladan bagi anak-anak dan keluarga. Mari kita tanamkan nilai-nilai agama, sopan santun, kejujuran dan kepedulian sejak dini, sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan memiliki rasa tanggung jawab,” ungkap Armi.
Ia juga mengajak ibu-ibu PKK untuk terus mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial serta aktif mendukung berbagai kegiatan positif di desa.
“Semoga semangat Maulid Nabi ini semakin memperkuat kebersamaan ibu-ibu PKK dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat Desa Wawoheo,” harapnya.
Daris menambahkan, pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang memiliki karakter, akhlak dan kepedulian sosial.
“Dengan akhlak yang baik dan masyarakat yang rukun, insyaallah berbagai program pembangunan desa dapat berjalan dengan baik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Daris.
Laporan : Redaksi





