Berkabar.co – Konawe Utara – Sultra. Program Mandiri Pangan PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara terus mendorong pengembangan usaha pertanian masyarakat melalui pendampingan dan dukungan sarana produksi. Manfaat program tersebut dirasakan Ibnu Hajar, petani di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, yang kini berhasil mengembangkan budidaya cabai di lahan seluas 1.500 meter persegi.
Berawal dari kegiatan menanam sayuran di pekarangan rumah, Ibnu Hajar kini mulai mengembangkan usaha pertanian secara lebih produktif dengan membudidayakan cabai merah keriting varietas Laba F1 dan cabai merah besar. Di lahan berukuran 50 x 30 meter tersebut, ia mengelola sekitar 1.700 lubang tanam.
Perkembangan usaha pertanian Ibnu Hajar tidak terlepas dari pendampingan melalui Program Mandiri Pangan ANTAM. Melalui program tersebut, ia mendapatkan pembelajaran mengenai teknik budidaya yang lebih baik, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi agar tanaman cabai dapat tumbuh optimal.
Selain pendampingan teknis, dukungan alat pertanian berupa cultivator dari ANTAM yang dimanfaatkan bersama kelompok tani turut membantu mempercepat proses pengolahan lahan.
Ibnu Hajar mengungkapkan, penggunaan cultivator memberikan perubahan signifikan terhadap proses persiapan lahan yang sebelumnya dilakukan secara manual dengan tenaga manusia.
“Kalau menggunakan tenaga manual, kami harus mencangkul dalam dan membutuhkan beberapa orang. Setelah ada cultivator, pekerjaan menjadi lebih cepat dan biaya pengolahan lahan juga lebih ringan,” ungkap Ibnu Hajar.
Menurutnya, pengolahan lahan dengan ukuran 50 x 30 meter yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga sepuluh hari jika dikerjakan secara manual, kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari dengan bantuan cultivator.
Efisiensi tersebut memberikan kemudahan bagi petani dalam mempersiapkan lahan sekaligus mengurangi beban pekerjaan dan biaya pengolahan tanah. Dengan demikian, waktu dan tenaga yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung tahapan budidaya berikutnya.
Panen Bertahap, Hasil Capai 110 Kilogram
Upaya Ibnu Hajar dalam mengembangkan budidaya cabai mulai menunjukkan hasil. Hingga panen keempat pada 20 Oktober 2026, total produksi cabai yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 110 kilogram.
Hasil panen tersebut diperoleh secara bertahap. Pada panen pertama, ia menghasilkan enam kilogram cabai, kemudian meningkat menjadi 25 kilogram pada panen kedua dan 40 kilogram pada panen ketiga. Sementara itu, panen keempat menghasilkan 39 kilogram cabai.
Dengan demikian, total hasil dari empat kali panen tersebut mencapai 110 kilogram. Capaian ini menjadi bagian dari proses pengembangan usaha pertanian yang dijalankan Ibnu Hajar dengan memanfaatkan pendampingan dan dukungan sarana pertanian.
Ia menjelaskan, proses budidaya sejak pembukaan lahan hingga panen pertama membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan. Rentang waktu tersebut mencakup persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga cabai siap dipanen.
Keberhasilan panen secara bertahap tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha pertanian membutuhkan kombinasi antara keterampilan petani, pemeliharaan tanaman yang tepat, serta dukungan sarana yang dapat menunjang produktivitas.
Dorong Kemandirian dan Pengembangan Pertanian Masyarakat
Program Mandiri Pangan ANTAM menjadi salah satu upaya dalam mendorong pengembangan potensi pertanian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pendampingan budidaya dan dukungan alat pertanian diharapkan dapat membantu petani meningkatkan kemampuan dalam mengelola lahan secara lebih efektif.
Pengalaman Ibnu Hajar di Desa Mowundo memperlihatkan bagaimana usaha yang berawal dari kegiatan sederhana di pekarangan rumah dapat dikembangkan menjadi kegiatan budidaya yang lebih terarah.
Ke depan, peningkatan keterampilan budidaya, efisiensi pengolahan lahan, serta pengelolaan hasil panen menjadi aspek penting untuk mendukung keberlanjutan usaha pertanian masyarakat.
Melalui pengembangan program pemberdayaan tersebut, potensi pertanian lokal diharapkan semakin berkembang dan membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha produktif secara berkelanjutan.
Bagi Ibnu Hajar, hasil panen yang telah dicapai menjadi bagian dari proses belajar dan pengembangan usaha tani. Dengan dukungan sarana pertanian serta penerapan teknik budidaya yang semakin baik, usaha cabai yang dikelolanya diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarganya.
Laporan : Redaksi





