Berkabar.co – Konawe Utara – Langgikima. Video kondisi banjir yang sempat viral di SDN 5 Langgikima kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Saat ini, kondisi genangan air di lingkungan sekolah tersebut dilaporkan telah mulai surut setelah beberapa hari sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan air meluap hingga masuk ke ruang kelas.
Kepala Sekolah SDN 5 Langgikima Ayu Romadlon, S.Pd.Gr kepada awak media menjelaskan bahwa surutnya air terjadi setelah saluran pembuangan dibuka, sehingga aliran air yang menggenangi lingkungan sekolah kembali lancar.
“Alhamdulillah, air sudah mulai surut karena lubang pembuangan air sudah dibuka. Saat ini kondisi sekolah berangsur normal kembali,” ungkapnya.
Pihak sekolah bersama orang tua murid juga menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Ketua Komisi III DPRD Konawe Utara, Samir, S.IP., M.Si., beserta anggota yang telah turun langsung meninjau kondisi sekolah.
Samir dalam kunjungannya menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya akan mencari solusi jangka pendek, tetapi juga akan mengupayakan solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di lingkungan sekolah tersebut.
“Beliau menyampaikan akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang berada di sekitar lokasi untuk membantu mencarikan solusi permanen bagi penanganan genangan air di sekolah,” ujar pihak sekolah.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara juga disebutkan akan segera mengambil langkah cepat untuk solusi jangka pendek agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam waktu dekat.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, sehingga proses belajar mengajar di SDN 5 Langgikima dapat kembali berjalan optimal tanpa gangguan.
Kepala SDN 5 Langgikima, Ayu Romadlon, S.Pd.Gr., menambahkan bahwa pihak sekolah bersama berbagai unsur terkait akan melaksanakan kerja bakti untuk mempercepat penanganan saluran air di lingkungan sekolah.
“Besok kami akan melakukan kerja bakti pembuatan saluran pembuangan air bersama pihak sekolah, komite sekolah, Polsek Wiwirano, pemerintah desa, dan masyarakat agar genangan air tidak lagi masuk ke lingkungan sekolah,” ujarnya.
Laporan : Redaksi





