Berkabar.co – Konawe Utara. Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, SD Negeri 5 Laskep terus menggaungkan komitmen untuk mewujudkan sekolah ramah anak dengan menempatkan pencegahan perundungan (bullying) sebagai prioritas utama dalam lingkungan pendidikan.
Kepala SD Negeri 5 Laskep, Fatmawati Saida, S.Pd.Gr menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap peserta didik.
Menurutnya, sekolah ramah anak tidak hanya sebatas konsep, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk penguatan pengawasan, pendidikan karakter, serta pembiasaan perilaku saling menghargai antar siswa.
“Stop bullying menjadi prioritas kami di sekolah. Kami ingin memastikan setiap anak merasa aman, dihargai, dan nyaman dalam proses belajar,” ujarnya.
Ia juga mengajak orang tua siswa, guru, peserta didik, serta seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan, baik di sekolah maupun di luar sekolah, agar tetap kondusif dan mendukung tumbuh kembang anak.
Fatmawati menambahkan, kasus perundungan yang terjadi pada anak dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis, bahkan dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan prestasi belajar siswa.
“Beberapa kasus bullying membuat anak tidak stabil secara mental, bahkan ada yang sampai memilih keluar dari sekolah. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita cegah bersama,” tegasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga mendorong peningkatan literasi digital untuk mengantisipasi potensi cyberbullying di kalangan pelajar di era teknologi saat ini.
Dengan semangat Hardiknas 2026, SDN 5 Laskep berharap terwujudnya lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan benar-benar ramah anak demi mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Laporan : Redaksi



