Reses di Kecamatan Landawe, I Made Tarubuana,S.Si Himpun Aspirasi Desa, Sekolah dan Puskesmas

oleh -29 Dilihat
Ketgam : Kegiatan Reses Tahun Sidang III, masa Reses I Tahun 2026.

Berkabar.co – Wilalang – Konut. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe Utara, I Made Tarubuana, S.Si., menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses masa sidang tahun 2026 yang digelar di Desa Kolosua, Kecamatan Landawe, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut menghimpun beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari pengaspalan jalan penghubung antardesa, peningkatan jalan usaha tani, normalisasi kali, pembangunan drainase dan deker, hingga permintaan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Selain aspirasi masyarakat dan pemerintah desa, kegiatan reses tersebut juga menerima usulan dari sektor pendidikan, kesehatan, serta keagamaan. Sejumlah usulan yang disampaikan di antaranya permintaan sumur bor untuk SDN 2 Landawe dan SMPN 1 Landawe, penambahan daya listrik Puskesmas Hialu, serta bantuan pembangunan rumah ibadah berupa masjid dan pura.

I Made Tarubuana menegaskan bahwa berbagai aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui mekanisme dan kewenangan yang dimiliki DPRD. Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat tetap harus menjadi perhatian meskipun kondisi keuangan daerah saat ini masih menghadapi keterbatasan akibat efisiensi anggaran.

“Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami perjuangkan dan menjadi perhatian untuk diprioritaskan. Walaupun kondisi keuangan daerah saat ini belum stabil akibat efisiensi anggaran, kebutuhan dasar masyarakat tetap harus diperjuangkan, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas,” demikian penegasan I Made Tarubuana dalam kegiatan reses tersebut.

Infrastruktur Jalan dan Kebutuhan Dasar Menjadi Aspirasi Warga

Dalam Reses tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan perekonomian warga.

Pengaspalan jalan penghubung antardesa menjadi salah satu aspirasi yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi antarwilayah.

Peningkatan jalan usaha tani juga menjadi perhatian masyarakat, khususnya untuk mempermudah akses petani menuju lahan pertanian dan memperlancar pengangkutan hasil produksi.

Selain itu, warga mengusulkan normalisasi kali, pembangunan drainase, dan deker guna mendukung kelancaran aliran air serta akses transportasi masyarakat.

Di sektor pelayanan dasar, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan MCK dan sumur bor untuk mendukung sanitasi serta ketersediaan air bersih.

Selain Itu Masyarakat Juga Mengusulkan Pengadaan Bibit Kelapa Sawit serta Usulan – usulan yang Lain.

Sekolah Usulkan Sumur Bor untuk Mendukung Kebutuhan Air Bersih

Aspirasi di bidang pendidikan turut disampaikan oleh perwakilan satuan pendidikan yang hadir dalam kegiatan reses tersebut, yakni Kepala SDN 2 Landawe dan Kepala SMPN 1 Landawe.

BACA JUGA:  Diklat Laskar Gerindra Sultra 2026, Samir: Penting untuk Membentuk Kader Disiplin dan Berkarakter

Kedua sekolah tersebut mengusulkan pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah.

Ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas belajar mengajar, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta mendukung sanitasi bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Melalui penyampaian aspirasi tersebut, pihak sekolah berharap kebutuhan sarana air bersih dapat memperoleh perhatian dan diperjuangkan melalui program pembangunan sesuai mekanisme yang berlaku.

Puskesmas Hialu Usulkan Penambahan Daya Listrik

Selain sektor pendidikan, aspirasi penting juga disampaikan oleh perwakilan Puskesmas Hialu yang mengusulkan penambahan daya kelistrikan untuk menunjang pelayanan kesehatan.

Usulan tersebut dinilai penting mengingat Puskesmas Hialu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tiga kecamatan wilayah Wilalang (Wilwirano, Landawe, dan Langgikima).

Puskesmas Hialu merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat dari ketiga kecamatan tersebut, termasuk memberikan pelayanan rawat inap bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis.

Dalam kondisi tertentu, pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut dapat dirujuk ke rumah sakit di tingkat kabupaten maupun rumah sakit di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Karena itu, kecukupan daya listrik menjadi salah satu kebutuhan penunjang operasional pelayanan kesehatan. Penambahan daya diharapkan dapat mendukung penggunaan peralatan medis, menjaga kelancaran pelayanan, serta menunjang kebutuhan operasional fasilitas kesehatan.

Aspirasi tersebut diharapkan mendapat perhatian dari pihak terkait agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Wiwirano, Landawe, dan Langgikima dapat berjalan dengan baik sesuai kebutuhan dan standar pelayanan yang berlaku.

Desa Usulkan Bantuan Rumah Ibadah Masjid dan Pura

Aspirasi lainnya yang turut disampaikan dalam kegiatan reses tersebut berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan dukungan terhadap rumah ibadah.

Sejumlah desa mengusulkan bantuan untuk rumah ibadah, baik masjid maupun pura, sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan masyarakat.

Usulan tersebut mencerminkan kebutuhan warga terhadap fasilitas peribadatan yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat.

Dukungan terhadap sarana rumah ibadah diharapkan dapat dipertimbangkan melalui program pemerintah sesuai ketentuan, mekanisme penganggaran, dan kemampuan keuangan daerah.

Kades Matabaho Berharap Aspirasi Masyarakat Dapat Terwujud

Mewakili rekan-rekan kepala desa yang hadir, Kepala Desa Kolosua, I Ketut Maltika, menyampaikan harapannya agar berbagai usulan masyarakat yang disampaikan dalam reses Wakil Ketua DPRD Konawe Utara tersebut dapat ditindaklanjuti dan diwujudkan oleh pemerintah daerah.

BACA JUGA:  Pilwali Kendari, Yudhi-Nirna Klaim Unggul dalam Hitung Cepat Internal

Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas usulan, tetapi dapat diperjuangkan sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat, terutama program-program yang dinilai paling mendesak dan menjadi prioritas.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan penghubung antardesa, jalan usaha tani, drainase, serta pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan hal penting yang diharapkan dapat mendukung aktivitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Landawe.

Karena itu, ia berharap adanya perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait agar kebutuhan yang paling mendesak dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

Dihadiri Kepala Desa, Kepala Sekolah, Perwakilan Puskesmas dan Unsur Pemerintah

Kegiatan reses tersebut dihadiri sejumlah kepala desa, yakni Kepala Desa Hialu, Kepala Desa Mata Baho, Kepala Desa Laumoso, Kepala Desa Landiwo, dan Kepala Desa Kolosua.

Turut hadir Sekretaris Desa Hialu Utama, Sekretaris Desa Kuratao, Kepala SDN 2 Landawe, Kepala SMPN 1 Landawe, perwakilan Puskesmas Hialu, perwakilan Pemerintah Kecamatan Landawe, serta perwakilan dari Polsek Wiwirano.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari forum penyampaian aspirasi yang mencakup kebutuhan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.

Melalui kegiatan reses, berbagai usulan dari masyarakat maupun unsur pelayanan publik dapat dihimpun sebagai bahan pertimbangan dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

I Made Tarubuana Tegaskan Aspirasi Diperjuangkan Bertahap

I Made Tarubuana menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghilangkan perhatian terhadap kebutuhan mendasar masyarakat. Namun, pelaksanaan program tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, tingkat urgensi, serta skala prioritas pembangunan.

Aspirasi yang dihimpun melalui reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan proses perencanaan dan penganggaran daerah.

Berbagai usulan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait, sehingga kebutuhan mendesak masyarakat, termasuk infrastruktur, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah, dapat diperjuangkan sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Kegiatan reses di Desa Kolosua ini menjadi ruang bagi masyarakat dan perwakilan berbagai sektor untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat. Harapannya, aspirasi yang telah dihimpun dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Konawe Utara.

 

Laporan : Redaksi