Berkabar.co – Konawe Utara. Peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum bagi Anggota DPRD Konawe Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Sahrudin Sami L., M.Si., untuk menegaskan pentingnya data akurat sebagai fondasi dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Sebagai bagian dari lembaga legislatif daerah, Sahrudin menilai keberadaan data yang valid memiliki posisi strategis, bukan hanya bagi pemerintah dalam menyusun program, tetapi juga bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembentukan kebijakan daerah.
Menurut Sahrudin, setiap kebijakan dan program pembangunan yang dibahas antara pemerintah daerah dan DPRD idealnya memiliki pijakan data yang kuat. Dengan demikian, keputusan yang diambil tidak semata berdasarkan asumsi, tetapi benar-benar berangkat dari kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Data yang akurat sangat penting dalam pembangunan daerah. Data menjadi dasar bagi pemerintah maupun DPRD dalam melihat persoalan, menentukan prioritas dan memastikan program pembangunan tepat sasaran,” ujar Sahrudin dalam momentum HSN 2026.
Sahrudin : DPRD Butuh Data yang Valid
Sahrudin menegaskan, kualitas data akan sangat memengaruhi kualitas kebijakan. Karena itu, menurutnya, DPRD membutuhkan data yang akurat dan mutakhir dalam menjalankan fungsi kelembagaan.
Dalam pembahasan program pembangunan dan anggaran daerah, misalnya, data menjadi salah satu instrumen untuk melihat kebutuhan riil masyarakat serta menentukan skala prioritas.
“Ketika kita membahas pembangunan, tentu kita membutuhkan data. Jangan sampai program yang dianggarkan tidak sesuai dengan persoalan yang sebenarnya dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Ia mengatakan, data juga penting dalam menjalankan fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah. Data yang tersedia secara baik memungkinkan evaluasi dilakukan secara lebih terukur.
Dorong Data Pembangunan Hingga Tingkat Desa
Sahrudin juga mendorong penguatan sistem pendataan hingga tingkat desa. Menurutnya, pemerintah desa merupakan salah satu sumber informasi penting karena bersentuhan langsung dengan kondisi masyarakat.
Data terkait kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pertanian, ekonomi masyarakat, infrastruktur, hingga potensi sumber daya daerah perlu diperbarui secara berkala agar dapat menjadi bahan perencanaan pembangunan.
“Pembangunan daerah tidak bisa hanya melihat angka secara umum. Kita harus mengetahui kondisi di setiap wilayah, termasuk desa-desa. Dari sana kita bisa menentukan apa yang menjadi kebutuhan dan prioritas masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai sinergi antara pemerintah daerah, BPS, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa perlu terus diperkuat untuk menghasilkan satu basis data yang dapat digunakan secara konsisten dalam perencanaan pembangunan.
Jangan Sampai Kebijakan Tidak Tepat Sasaran
Lebih jauh, Sahrudin mengingatkan bahwa ketidakakuratan data dapat berpengaruh terhadap ketepatan sasaran program pemerintah.
Karena itu, ia mendorong agar proses pendataan dilakukan secara profesional, objektif dan berkelanjutan. Data juga harus terus diperbarui mengikuti perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Data bukan sekadar angka. Di balik setiap angka ada kondisi masyarakat yang harus kita pahami. Karena itu, akurasi data harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD Konawe Utara, Sahrudin menyatakan akan terus mendorong agar proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah semakin mengedepankan prinsip berbasis data, terukur dan tepat sasaran.
Ia berharap momentum Hari Statistik Nasional 2026 tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa data memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan Konawe Utara.
“Kalau datanya benar, perencanaannya lebih tepat. Kalau perencanaannya tepat, anggaran bisa diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar prioritas. Pada akhirnya, masyarakat yang merasakan manfaat pembangunan,” pungkas Sahrudin.
Laporan : Redaksi





