Berkabar.co – Konawe Utara. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius, terutama di tengah aktivitas masyarakat dalam membuka dan membersihkan lahan untuk kebutuhan pertanian.
Menyikapi potensi tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Konawe Utara, Ir. H. Sadeli, M.Si., mengimbau seluruh petani agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Imbauan ini sebagai langkah pencegahan dini agar aktivitas pembukaan lahan tidak menjadi sumber munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.
Menurut Sadeli, pembukaan lahan untuk kepentingan pertanian merupakan aktivitas yang penting bagi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan keselamatan lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi.
Petani diminta tidak menjadikan kepentingan pertanian sebagai alasan untuk melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kita harus bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Jangan sampai aktivitas yang awalnya untuk kepentingan pertanian justru menimbulkan bencana,” imbau Sadeli.
Langkah Praktis Pencegahan Karhutla
Untuk mencegah terjadinya kebakaran, Sadeli mengajak petani menerapkan sejumlah langkah sederhana saat melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan.
Pertama, hindari penggunaan api. Sisa tanaman, semak dan gulma sebaiknya dibersihkan dengan cara mekanis atau metode lain yang tidak menimbulkan api.
Kedua, bersihkan material mudah terbakar. Rumput kering, ranting, daun dan semak yang berada di sekitar lahan perlu ditata agar tidak menjadi bahan yang mudah memicu dan mempercepat penyebaran api.
Ketiga, waspadai kondisi cuaca. Pada kondisi panas, kering dan berangin, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan atau sumber api.
Keempat, jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Api dari aktivitas apa pun di sekitar lahan berisiko menyebar apabila tidak ditangani dengan baik.
Kelima, siapkan sarana pemadaman sederhana. Petani dapat memastikan tersedianya sumber air, alat pemadam sederhana atau peralatan lain yang dapat digunakan untuk menangani api sejak dini apabila terjadi keadaan darurat.
Keenam, segera laporkan apabila menemukan titik api. Masyarakat diharapkan tidak membiarkan kebakaran berkembang dan segera berkoordinasi dengan aparat desa, petugas terkait atau instansi penanganan kebakaran setempat.
Cegah dari Sumbernya
Sadeli menegaskan bahwa pencegahan Karhutla harus dimulai dari sumber api. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merambat ke lahan lain, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin bertiup kencang.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menganggap sepele aktivitas yang berkaitan dengan api di sekitar lahan pertanian.
“Yang paling penting adalah kewaspadaan. Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian tidak bisa dikendalikan dan merugikan masyarakat lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, mencegah kebakaran sejak awal jauh lebih baik dibandingkan melakukan penanganan setelah api meluas.
Petani Punya Peran Penting
Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Konawe Utara juga mendorong petani untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla.
Petani memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan lahan dan lingkungan sekitarnya. Dengan tidak menggunakan metode pembakaran dalam membuka lahan, potensi munculnya titik api dari aktivitas pertanian dapat ditekan.
H.Sadeli berharap imbauan tersebut dapat diteruskan kepada kelompok-kelompok tani hingga ke tingkat desa.
Pencegahan Karhutla, kata dia, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, aparat, maupun petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Pertanian Tetap Produktif, Lingkungan Harus Dijaga
Pemerintah daerah tetap mendorong masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan. Namun, peningkatan produksi tersebut harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.
Petani diharapkan menggunakan metode pembukaan dan pembersihan lahan yang lebih aman serta tidak menimbulkan risiko kebakaran.
Sadeli kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai kebakaran terjadi baru mengambil tindakan.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan ketika api sudah membesar. Mari kita jaga lahan pertanian, lingkungan dan keselamatan masyarakat bersama-sama,” pungkasnya.
Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak dini, potensi Karhutla di Kabupaten Konawe Utara diharapkan dapat diminimalkan, sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan produktif tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Laporan : Redaksi





