Buka Lahan Jangan Dibakar, Kadis Perkebunan dan Hortikultura Konut Ingatkan Petani dan Pekebun

oleh -13 Dilihat
Ketgam : Antisipasi Karhutla, Kadis Perkebunan Konut Yuliatin, S.P,.M.Si Imbau Petani dan Pekebun Untuk Tidak Bakar Lahan.

Berkabar.co – Konawe Utara. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius di tengah aktivitas masyarakat yang mulai membuka maupun membersihkan lahan untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan.

Mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta masyarakat, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Konawe Utara, Yuliatin, S.P., M.Si., mengimbau seluruh petani dan pekebun agar tidak menggunakan metode pembakaran dalam membuka atau membersihkan lahan.

Yuliatin mengingatkan, alasan untuk kepentingan pertanian maupun perkebunan tidak semestinya dijadikan dasar untuk melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Menurutnya, pembukaan lahan harus dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan dan potensi risiko kebakaran, terlebih ketika kondisi cuaca dan vegetasi memungkinkan api lebih mudah menyebar.

“Petani dan pekebun kami imbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan sampai aktivitas pertanian justru menjadi pemicu terjadinya kebakaran yang dampaknya bisa lebih luas,” demikian imbauan yang disampaikan Yuliatin.

Ia menekankan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas pemadam kebakaran. Masyarakat, khususnya para petani dan pekebun yang melakukan aktivitas di sekitar kawasan lahan, juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api.

BACA JUGA:  Ketua Percasi Konut, Olahraga Catur memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan kecerdasan generasi muda

Yuliatin berharap masyarakat dapat memilih cara yang lebih aman dalam membersihkan lahan dengan tidak menggunakan api, terutama pada kondisi yang berpotensi membuat kobaran api sulit dikendalikan.

“Keselamatan lingkungan dan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Jangan karena ingin cepat membersihkan lahan, kemudian menggunakan api tanpa mempertimbangkan risiko yang bisa terjadi,” tegasnya.

Jangan Sampai Api Membesar dan Sulit Dikendalikan

Pembakaran lahan yang awalnya dilakukan untuk membersihkan area pertanian atau perkebunan berpotensi menimbulkan persoalan apabila api merembet ke vegetasi di sekitarnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele penggunaan api saat melakukan aktivitas di lahan.

Kewaspadaan juga dinilai penting karena kebakaran lahan tidak hanya berpotensi merusak tanaman dan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat serta kualitas udara.

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Konawe Utara pun mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan Karhutla harus dimulai dari tingkat paling bawah, termasuk dari aktivitas membuka dan membersihkan lahan.

BACA JUGA:  Global Press Network Resmi Diluncurkan: Wadah dan Media Pers Internasional Berstandar Global

“Lebih baik kita mencegah sejak awal daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Petani dan Pekebun Diminta Jadi Garda Terdepan

Yuliatin berharap para petani dan pekebun di Konawe Utara dapat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan harus terus berkembang, namun aktivitas tersebut tetap perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan adanya kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, diharapkan potensi munculnya titik api dapat ditekan dan ancaman Karhutla di wilayah Konawe Utara dapat diminimalkan.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait juga diharapkan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai cara membuka dan membersihkan lahan yang lebih aman serta tidak menimbulkan risiko kebakaran.

Pesan utamanya jelas: lahan boleh dibuka, pertanian dan perkebunan harus tetap berjalan, tetapi keselamatan lingkungan tidak boleh dikorbankan dengan cara membakar lahan.

 

Laporan : Redaksi