Kemarau Panjang Mengintai, Kapus Motui Muslan Riana Ingatkan Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Warga

oleh -11 Dilihat
Ketgam : Himbauan Kepala UPTD Puskesmas Motui.

Berkabar.co – Motui – Konut. Menghadapi potensi kemarau panjang yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepala Puskesmas Motui, Muslan Riana, S.KM,.M.KM mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla yang dapat mengganggu kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak hanya mewaspadai potensi kebakaran, tetapi juga memahami dampak yang dapat ditimbulkan dari asap terhadap kualitas udara dan kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Muslan mengatakan, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat lingkungan lebih mudah terbakar. Jika terjadi karhutla, asap yang dihasilkan dapat menyebar ke permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Dalam menghadapi musim kemarau, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran sembarangan dan sebisa mungkin hindari paparan asap apabila terjadi kebakaran di sekitar wilayah tempat tinggal,” ujar Muslan.

Waspadai Gangguan Pernapasan

Menurut Muslan, paparan asap karhutla perlu menjadi perhatian karena dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

Keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, iritasi pada mata dan tenggorokan, sesak napas, serta gangguan pernapasan lainnya. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

BACA JUGA:  Kualitas Pelayanan Publik Terbaik, Pemkab Konut Terima Penghargaan Ombudsman RI

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara mulai terganggu.

“Kalau udara sudah dipenuhi asap, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Gunakan masker sebagai perlindungan dan segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan,” jelasnya.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Sembarangan

Selain mengingatkan dampak kesehatan, Muslan juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla.

Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan meluas apabila kondisi cuaca panas serta disertai angin.

“Pencegahan harus dimulai dari kita sendiri. Jangan membakar lahan atau sampah sembarangan karena pada kondisi kemarau api sangat mudah menjalar,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat atau pihak terkait apabila menemukan titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

Puskesmas Siap Layani Keluhan Kesehatan

Muslan menegaskan, Puskesmas Motui tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk apabila terjadi peningkatan keluhan kesehatan akibat kondisi lingkungan dan paparan asap.

BACA JUGA:  Tak Akui Ada Ancaman Pembakaran, Aksi HIPMAKO-Konut Justru Diwarnai Bakar Ban di Rektorat UIN Kendari

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan. Warga yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lainnya setelah terpapar asap diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jangan menunggu kondisi menjadi lebih parah. Kalau ada keluhan kesehatan setelah terpapar asap, segera datang ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan,” ujarnya.

Jaga Kesehatan Selama Kemarau

Selain mewaspadai asap karhutla, Muslan juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau dengan mencukupi kebutuhan cairan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperhatikan kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga.

Ia berharap kewaspadaan dan kepedulian masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau, baik dari sisi pencegahan kebakaran maupun perlindungan kesehatan.

“Yang paling penting adalah kewaspadaan bersama. Kita jaga lingkungan, cegah karhutla dan tetap memperhatikan kesehatan keluarga,” pungkas Muslan.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, potensi dampak kemarau dan asap karhutla diharapkan dapat ditekan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dan kondisi kesehatan warga tetap terjaga.

 

Laporan : Redaksi