HSN 2026, Kades Tambakua Juliadin: Data Valid Jadi Fondasi Pembangunan

oleh -18 Dilihat
Ketgam : Juliadin, S.IP " Kepala Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara.

Berkabar.co – Konawe Utara.  Peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya data akurat dan valid dalam menentukan arah pembangunan, termasuk di tingkat desa.

Kepala Desa Tambakua, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Juliadin, mengatakan data yang valid merupakan fondasi penting agar program pembangunan disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat hanya mengandalkan perkiraan. Data mengenai jumlah penduduk, kondisi sosial ekonomi, kebutuhan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga potensi ekonomi desa diperlukan agar kebijakan dan program yang dirancang tepat sasaran.

“Data yang valid sangat penting untuk pembangunan. Dengan data yang benar, pemerintah bisa mengetahui kondisi masyarakat secara lebih jelas dan menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Juliadin.

Data Menentukan Prioritas Pembangunan

Juliadin menjelaskan, data berperan penting dalam membantu pemerintah desa menetapkan skala prioritas pembangunan.

Dengan data yang akurat, pemerintah desa dapat memetakan kebutuhan masyarakat secara terukur, menentukan kelompok sasaran, menyusun perencanaan, serta mengevaluasi program yang telah dilaksanakan.

BACA JUGA:  Karhutla Jadi Perhatian Utama, Kapolsek Wiwirano IPDA Irfan Januar Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

“Kalau datanya benar, kita lebih mudah menentukan apa yang menjadi prioritas. Jangan sampai program yang dibangun tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena data yang digunakan tidak valid,” katanya.

Ia menilai pemutakhiran data secara berkala juga menjadi keharusan. Kondisi masyarakat dan kebutuhan pembangunan dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga data desa harus terus diperbarui.

HSN 2026 Perkuat Budaya Sadar Data

Hari Statistik Nasional diperingati setiap 26 September. BPS menjelaskan, momentum tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran statistik sekaligus mendorong terwujudnya sistem statistik nasional yang andal, akurat, dan terpercaya.

Pada HSN 2026, kualitas data kembali menjadi perhatian karena data bukan sekadar kumpulan angka, melainkan dasar penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. BPS Sulawesi Tengah, misalnya, menekankan pentingnya mengolah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan menghasilkan tindakan nyata.

Juliadin mengatakan, semangat tersebut relevan diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.

BACA JUGA:  Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah di Baruga Ditahan, Kuasa Hukum Minta Polisi Periksa Pemilik Lahan

Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran penting untuk memastikan data masyarakat yang menjadi dasar perencanaan benar-benar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

“Kita berharap budaya sadar data terus dibangun mulai dari tingkat desa. Data bukan hanya untuk laporan, tetapi menjadi dasar untuk menentukan arah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Dorong Kolaborasi dan Pemutakhiran Data

Juliadin mendorong sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pihak terkait dalam proses pendataan.

Masyarakat, kata dia, diharapkan memberikan informasi yang benar saat pendataan dilakukan agar data yang dihasilkan mampu menggambarkan kondisi sebenarnya.

Ia menambahkan, pembangunan berbasis data akan memudahkan pemerintah mengidentifikasi persoalan sekaligus memetakan potensi yang dapat dikembangkan.

“Yang paling penting adalah datanya harus benar, diperbarui dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, pembangunan bisa lebih terarah dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Ketua APDESI Kecamatan Landawe Tersebut.