Asosiasi IUJP Konawe Utara Bakal Silaturahmi ke Perusahaan Tambang, Dorong Penguatan Kemitraan dengan Kontraktor Lokal

oleh -114 Dilihat
Ketgam : Rahmat Mustafa Sekertaris Jendral IUJP Konawe Utara.

Berkabar.co – KONAWE UTARA – Asosiasi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) Kabupaten Konawe Utara akan melakukan kunjungan dan silaturahmi kepada seluruh perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Konawe Utara. 

Kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat kemitraan antara perusahaan tambang dan pelaku usaha jasa pertambangan lokal, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

Rencana itu disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi IUJP Konawe Utara, Rahmat Mustafa, usai mengikuti rapat bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Asosiasi IUJP Konawe Utara diwakili Ketua Dewan Pembina Ir. Wisnu Salman, S.T., IPM., ACPE., ASEAN Eng., C.EIA., serta Direktur Teknik dan Lingkungan Ahmad Syauqi, S.Si., S.T., M.Ak.

Rahmat menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara pada 5 Mei 2026 bersama Asosiasi IUJP Konawe Utara, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.

BACA JUGA:  Forum Komunikasi Wartawan Konawe Utara (Forkawa Konut), Pemberdayaan Media Lokal Adalah Kewajiban, Bukan Pilihan.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong perusahaan pemegang IUP untuk semakin memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha jasa pertambangan lokal yang telah memiliki legalitas IUJP.

“Semangat ini merupakan bagian dari upaya menciptakan pemerataan ekonomi, memperluas kesempatan berusaha, serta memastikan manfaat kegiatan pertambangan benar-benar dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi tambang,” kata Rahmat.

Ia menegaskan, agenda kunjungan yang akan dilakukan Asosiasi IUJP Konawe Utara bukan merupakan bentuk tekanan kepada perusahaan, melainkan langkah untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dan konstruktif.

“Kunjungan ini bukan bentuk konfrontasi. Kami ingin membangun dialog yang baik dengan seluruh pemegang IUP agar tercipta hubungan kemitraan yang saling menguntungkan. Kami meyakini kemitraan yang sehat akan menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan stabilitas sosial, serta memberikan kepastian usaha bagi seluruh pihak,” ujarnya.

Rahmat mengajak seluruh perusahaan pemegang IUP untuk membuka ruang komunikasi yang transparan, profesional, dan berkeadilan. Menurutnya, perusahaan jasa pertambangan lokal yang telah memenuhi persyaratan administrasi, teknis, serta ketentuan peraturan perundang-undangan sudah semestinya memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pasok industri pertambangan.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera Ajak Masyarakat Maksimalkan Ibadah di Penghujung Ramadan

Ia menilai kemajuan sektor pertambangan tidak hanya diukur dari besarnya nilai produksi, tetapi juga dari kontribusinya dalam memberdayakan pelaku usaha lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Melalui agenda silaturahmi tersebut, Asosiasi IUJP Konawe Utara berharap dapat membangun komitmen bersama dengan seluruh perusahaan pemegang IUP guna mewujudkan kemitraan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Konawe Utara.

Selain itu, Rahmat berharap seluruh perusahaan pemegang IUP di Konawe Utara dapat menjalankan ketentuan mengenai kemitraan dengan IUJP lokal sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, di antaranya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025.

“Kami berharap seluruh perusahaan dapat bersama-sama membangun kemitraan yang sehat dengan pelaku usaha lokal. Dengan begitu, investasi tetap berjalan, dunia usaha berkembang, dan manfaat pertambangan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Konawe Utara,” tutup Rahmat.

 

Laporan : Redaksi