Berkabar.co – Kendari – Sultra. Guna memperkokoh ekosistem bisnis yang bersih, transparan, dan inklusif di sektor pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Konawe Utara (Konut) bersama Asosiasi Pengusaha Lokal Mitra Antam (ASPEMA) Konawe Utara menggelar kegiatan Vendor Gathering dan Sosialisasi Tata Cara Pengadaan & Pembayaran, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Kendari, tersebut mempertemukan jajaran manajemen salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia dengan puluhan pelaku usaha lokal. Agenda ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengadaan yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional.”
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh General Manager PT Antam Tbk UBPN Konawe Utara, Eko Adytia, S.T. Dalam sambutan pembukaannya, Eko menegaskan bahwa standardisasi prosedur pengadaan dan pembayaran bukan sekadar instrumen birokrasi, melainkan pilar utama dalam membangun kepercayaan (trust) antara korporasi dengan para mitra penyedia jasa lokal.
Menurutnya, sistem pengadaan yang transparan, akuntabel, dan profesional akan menciptakan iklim usaha yang sehat, memberikan kepastian bagi seluruh mitra kerja, sekaligus memperkuat kolaborasi yang saling menguntungkan dalam mendukung operasional perusahaan.
Vendor Gathering ini juga menjadi wadah untuk mempererat komunikasi dan sinergi antara Antam UBPN Konawe Utara dengan para pelaku usaha lokal, sekaligus memberikan pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme pengadaan barang dan jasa serta sistem pembayaran yang diterapkan perusahaan.
Melalui sosialisasi tersebut, para peserta memperoleh penjelasan mengenai prosedur pengadaan yang sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), mulai dari proses registrasi vendor, persyaratan administrasi, mekanisme tender, hingga tata cara pembayaran yang efektif, transparan, dan tepat waktu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Antam UBPN Konawe Utara dalam menciptakan ekosistem pengadaan yang terbuka serta memberikan kesempatan yang setara bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi dalam rantai pasok perusahaan.
Selain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, forum ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing para vendor lokal agar memenuhi standar profesionalisme yang dibutuhkan perusahaan. Dengan demikian, sinergi antara Antam dan pelaku usaha daerah dapat terus terjalin secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe Utara dan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Melalui kolaborasi bersama ASPEMA Konawe Utara, Antam menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang berintegritas, profesional, dan berkelanjutan sebagai fondasi terciptanya ekosistem bisnis pertambangan yang modern, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
Laporan : Redaksi





