Berkabar.co – Konawe Utara. Sebuah teladan tentang toleransi antarumat beragama ditunjukkan oleh Kapolsek Wiwirano, Ipda German Sero Saputra Rante, SH., MH. Meski beragama non-Muslim, beliau menggagas dan mewujudkan pembangunan Mushola Al-Ikhlas di lingkungan Polsek Wiwirano sebagai sarana ibadah bagi personel dan masyarakat.
Mushola Al-Ikhlas resmi diresmikan oleh Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H,.M.H bersama Kapolres Konawe Utara. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas inisiatif dan komitmen Kapolsek Wiwirano dalam menghadirkan fasilitas ibadah di lingkungan kepolisian.
Pembangunan mushola tersebut bukan sekadar program rutin, melainkan cita-cita yang telah dirancang Ipda German Sero sejak pertama kali mengemban amanah sebagai Kapolsek Wiwirano. Ia menginginkan seluruh personel yang beragama Islam dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang datang ke Mapolsek untuk menunaikan salat.
Keberadaan Mushola Al-Ikhlas diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, pelayanan, serta keharmonisan di tengah masyarakat.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai langkah yang dilakukan Ipda German Sero merupakan wujud nyata penghormatan terhadap keberagaman dan semangat persaudaraan lintas agama.
“Tindakan beliau patut diberikan apresiasi dan jempol yang setinggi-tingginya. Insya Allah, kebaikan ini akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk beliau,” ungkap salah seorang warga yang hadir dalam peresmian.
Momentum peresmian Mushola Al-Ikhlas juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dan jajaran Kepolisian dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga memiliki kehidupan spiritual yang harmonis dan penuh toleransi.
Melalui hadirnya Mushola Al-Ikhlas, Polsek Wiwirano kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik yang aman, nyaman, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan antarumat beragama.
Laporan : Redaksi





