May Day 2026, Ketum TWK Sultra Dorong Penguatan Sistem Ketenagakerjaan yang Berkeadilan

oleh -64 Dilihat
Ketgam : Jefri _ Ketua Umum Tamalaki Wonua Kalosara Sulawesi Tenggara.

Berkabar.co – Sulawesi Tenggara. Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2026 kembali menjadi momentum refleksi bagi seluruh pihak dalam memperjuangkan hak-hak pekerja serta mendorong terciptanya sistem ketenagakerjaan yang lebih adil.

Ketua Umum TWK Sultra menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan perlindungan terhadap buruh melalui kebijakan yang berpihak dan berkeadilan.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalan ketenagakerjaan yang perlu mendapat perhatian serius, mulai dari upah yang belum sepenuhnya layak, jaminan sosial, hingga kepastian kerja bagi para pekerja.

BACA JUGA:  56 Kapal, 481 Ribu Ton Ore, Rp 233 Miliar Kerugian Negara—Putusan Tipikor yang Menyisakan Pertanyaan Besar?

“Momentum May Day ini harus menjadi pengingat bahwa pemerintah perlu memperkuat sistem ketenagakerjaan yang lebih adil dan benar-benar berpihak kepada pekerja,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan aturan ketenagakerjaan agar hak-hak buruh tidak diabaikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja guna menciptakan hubungan industrial yang harmonis serta berkelanjutan.

BACA JUGA:  Mk Tolak Gugatan Sudiro - Raup, Ikbar - Abuhaera Sah Pemenang Pilkada Konut

“Kolaborasi semua pihak sangat penting agar kesejahteraan buruh dapat terus meningkat dan pembangunan ekonomi berjalan seimbang,” tambahnya.

Di momen peringatan Hari Buruh 2026 ini, ia berharap aspirasi para pekerja dapat didengar dan ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret yang memberikan perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara.

“Buruh adalah tulang punggung ekonomi. Sudah saatnya mereka mendapatkan perhatian dan perlindungan yang maksimal dari negara,” tutupnya.

 

Laporan : Redaksi