Berkabar.co – Konawe Utara. Sosok Dr. Ir. H. Ruksamin, S.T,.M.Si,.IPU.Asean. Eng Bupati Konawe Utara dua periode, kembali hadir di tengah masyarakat pada acara penutupan Festival Konasara dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Utara ke-19. Kehadirannya disambut antusias oleh masyarakat yang tampak rindu akan figur pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyat tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ruksamin didaulat untuk menyampaikan pidato di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara. Pada pidatonya, ia memaparkan sejarah lahirnya ide logo Tugu Bulan yang kini berdiri megah di Bundaran Central Business District (CBD) Konasara.
Ruksamin menjelaskan bahwa Tugu Bulan memiliki makna filosofis sebagai petunjuk dan penerang, yang di dalamnya mengandung 99 Asmaul Husna sebagai simbol nilai-nilai ketuhanan dan moral dalam pembangunan daerah.
“Tugu Bulan itu bukan logo partai politik maupun organisasi tertentu. Ia adalah simbol petunjuk, penerang, dan doa agar Konawe Utara senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” ungkap Waketum Khusus DPP PBB tersebut di hadapan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Tugu Bulan sejak awal dirancang sebagai identitas daerah yang sarat dengan nilai religius, persatuan, dan kebersamaan, serta menjadi ikon kebanggaan masyarakat Konawe Utara.
Pidato tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Banyak warga menilai penjelasan Ruksamin semakin memperkuat pemahaman publik terhadap filosofi Tugu Bulan sebagai simbol pemersatu, bukan kepentingan golongan tertentu.
Penutupan Festival Konasara sendiri berlangsung meriah dan menjadi puncak rangkaian perayaan HUT Konawe Utara ke-19, yang dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta ribuan warga Konawe Utara dan berbagai Masyarakat dari Kabupaten lain.
Laporan : Redaksi





