Seruan Aksi Warga Morombo, Desak PT KNN Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat

oleh -47 Dilihat

Berkabar.co – Konawe Utara – Morombo. Sejumlah warga Desa Morombo berencana menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk tuntutan kepada perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah mereka, yakni PT KNN. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 09.00 WITA.

Berdasarkan informasi yang beredar, massa aksi akan memulai pergerakan dari Jalan Masyarakat menuju kantor site PT KNN di wilayah Morombo. Aksi ini digagas oleh kelompok yang menamakan diri Front Perjuangan Rakyat Morombo sebagai bentuk aspirasi masyarakat terhadap aktivitas pertambangan di daerah tersebut.

Dalam seruan aksi tersebut, warga menyampaikan 10 tuntutan utama kepada pihak perusahaan. Di antaranya pembangunan jalan hauling khusus tambang agar truk tidak lagi melintas di jalan desa, transparansi pengelolaan dana Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta Corporate Social Responsibility (CSR), hingga perbaikan jalan desa yang mengalami kerusakan dan berlumpur akibat aktivitas kendaraan tambang.

BACA JUGA:  𝗣𝗧 𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗶 𝗣𝘂𝘁e𝗿𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗱𝗮𝘆𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁

Selain itu, masyarakat juga menuntut adanya kompensasi atas dampak debu tambang yang dirasakan warga, prioritas bagi tenaga kerja lokal, serta keterlibatan pengusaha lokal Morombo dalam kegiatan operasional perusahaan. Warga juga meminta peningkatan fasilitas pendidikan desa serta pelibatan BUMDes Morombo dalam sektor logistik.

BACA JUGA:  Wakili Bupati, H. Abuhaera Pimpin Apel Perdana Pasca Dilantik Presiden Prabowo

Aksi ini juga menegaskan harapan masyarakat agar pihak perusahaan lebih menghormati pemerintah desa dan memperhatikan kepentingan warga sekitar yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan.

Melalui aksi tersebut, warga Morombo berharap pihak perusahaan dapat membuka ruang dialog dan memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.

Seruan aksi tersebut ditutup dengan pesan yang menegaskan sikap masyarakat, yakni bahwa Morombo bukan tanah tanpa tuan, sebagai simbol bahwa warga setempat menuntut penghormatan terhadap hak dan kesejahteraan masyarakat lokal di wilayah mereka.

 

Laporan : Redaksi