SultraLight.Net – Lingkaran Survei Sulawesi (LSS) mengumumkan hasil survei opini publik terhadap dinamika politik dan pemerintahan di Kabupaten Buton Utara (Butur) tahun 2024, Jumat (22/11/2024).
Peneliti Lingkaran Survei Sulawesi (LSS), Muhammad Ishak Syahadat menjelaskan bahwa survei ini dilakukan pada periode 9 hingga 15 November 2024.
Dimana survei yang dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling, dengan populasi seluruh masyarakat Kabupaten Butur yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menjadi wajib pilih.
Berdasarkan data Daftar Pemilih Sementara (DPS) KPU Kabupaten Buton Utara 2024. Sebanyak 400 responden dipilih sebagai sampel dari total populasi 48.817 orang yang terdaftar.
“Metode yang kami gunakan adalah multistage random sampling. Sampel yang kami pilih mewakili seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Buton Utara. Kami pastikan bahwa setiap desa diwakili dengan cara yang acak dan objektif,” jelasnya.
Ia juga menambahkan dalam survei ini, 400 responden dipilih secara acak dari enam kecamatan yang ada di Kabupaten Buton Utara. Semua desa di setiap kecamatan turut diwakili sebagai bagian dari sampel yang diambil.
Bahkan, untuk memastikan kualitas data, LSS melakukan pengawasan ketat terhadap hasil survei.
“Kontrol kualitas dilakukan dengan cara super cek terhadap 25 persen sampel yang ada. Kami tidak menemukan kesalahan, karena yang turun ke lapangan adalah enumerator yang terlatih dan berpengalaman,” Pungkasnya.
Adapun beberapa hasil survei opini publik terhadap dinamika politik dan pemerintahan tahun 2024 di Kabupaten Butur yaitu :
Evaluasi Kinerja Pemerintahan
Berdasarkan survei, masyarakat Butur menilai persoalan pokok yang dihadapi masyarakat baik Sarana/transportasi tidak memadai: 12 persen, Biaya pendidikan mahal: 3.00 persen, Biaya kesehatan mahal: 1.75 persen, Susah mencari pekerjaan: 44.75 persen, Harga kebutuhan pokok: 38.50 persen.
Untuk keadaan ekonomi di Butur saat ini dibandingkan dengan beberapa tahun semakin buruk: 8.75 persen, Semakin baik: 64.25 persen, Sama saja: 27.00 persen.
Sementara tingkat kepercayaan terhadap kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara saat ini yakni Sangat tidak dipercaya: 2.50 persen, Kurang percaya: 18.50 persen, Cukup percaya: 46.25 persen, Percaya: 30.75 persen, Sangat percaya: 2.00 persen.
Kinerja bupati dan wakil bupati Buton Utara saat ini, Sangat tidak baik: 2.5 persen, Tidak baik: 15.50 persen, Cukup baik: 51.50 persen, Baik: 28.50 persen, Sangat baik: 2.00 persen.
Penilaian masyarakat terhadap kinerja bupati dan wakil bupati Buton Utara saat ini, Sangat tidak puas: 2.50 persen, Tidak puas: 15 25 persen, Cukup puas: 56.75 persen, Puas: 25 persen, Sangat puas: 0.05 persen.
Penilaian masyarakat terhadap kinerja bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam bidang pendidikan, Sangat tidak puas: 1.75 persen, Tidak puas: 10.50 persen, Cukup puas: 53.75 persen, Puas: 29.75 persen, Sangat puas: 4.25 persen.
Penilaian masyarakat terhadap kinerja bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam bidang kesehatan, Sangat tidak puas: 0.50 persen, Tidak puas: 10.50 persen, Cukup puas: 50.50 persen, Puas: 32.75 persen, Sangat puas: 5.75 persen.
Penilaian masyarakat terhadap kinerja bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam bidang penegakan hukum, Sangat tidak puas: 1.25 persen, Tidak puas: 13.75 persen, Cukup puas: 51.00 persen, Puas: 31.00 persen, Sangat puas: 3.00 persen.
Penilaian masyarakat terhadap kinerja bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam bidang ekonomi, Sangat tidak puas: 3.00 persen, Tidak puas: 21.50 persen, Cukup puas: 46.00 persen, Puas: 27.50 persen, Sangat puas: 2.00 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam program pembangunan infrastruktur, Tidak berhasil: 12.75 persen, Kurang berhasil: 34.50 persen, Cukup berhasil: 38.75 persen, Berhasil: 14.00 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam program pelayanan kesehatan yang terjangkau, Tidak berhasil: 0.50 persen, Kurang berhasil: 14.50 persen, Cukup berhasil: 65.00 persen, Berhasil: 20.00 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam program pendidikan yang terjangkau, Tidak berhasil: 0.75 perseb, Kurang berhasil: 10.00 persen, Cukup berhasil: 70.25 persen, Berhasil: 19.00 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam program pelayanan publik administrasi (persuratan dan izin), Tidak berhasil: 1.00 persen, Kurang berhasil: 8.75 persen, Cukup berhasil: 67.00 persen, Berhasil: 23.25 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam program pengembangan pariwisata, Tidak berhasil: 9.00 persen, Kurang berhasil: 36.75 persen, Cukup berhasil: 45.50 persen, Berhasil: 8.75 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam program pemberantasan korupsi, Tidak berhasil: 7.75 persen, Kurang berhasil: 27.50 persen, Cukup berhasil: 55.00 persen, Berhasil: 9.75 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam menciptakan lapangan pekerjaan, Tidak berhasil: 11.00 persen, Kurang berhasil: 43.25 persen, Cukup berhasil: 39.00 persen, Berhasil: 6.75 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam program pertanian dan perikanan, Tidak berhasil: 3.00 persen, Kurang berhasil: 16.00 persen, Cukup berhasil: 64.26 persen, Berhasil: 16.75 persen.
Kinerja pemerintahan bupati dan wakil bupati Buton Utara dalam program mendorong kinerja koperasi UMKM, Tidak berhasil: 7.25 persen, Kurang berhasil: 23.75 persen, Cukup berhasil: 56.25 persen, Berhasil: 12.75 persen.
Pendapat masyarakat tentang penggunaan APBD Kabupaten Buton Utara, Tidak tepat sasaran: 6.25 persen, Kurang tepat sasaran: 28.25 persen, Cukup tepat sasaran: 49.75 persen, Tepat sasaran: 15.75 persen.
Perencanaan kebijakan pembangunan yang diinginkan masyarakat seperti lembangunan sektor perikanan/nelayan: 4.50 persen, Peningkatan lapangan kerja baru: 24.25 persen, Peningkatan pelayanan kesehatan: 5.75 persen, Peningkatan pelayanan pendidikan: 2.50 persen, Peningkatan produktivitas pangan: 7.50 persen, Pembangunan infrastruktur: 55.50 persen.
Aksesibilitas Pemilih
Berdasarkan survei, penyandang disabilitas (keterbatasan fisik/penyandang cacat/berkebutuhan khusus), Ada: 33.50 persen, Tidak ada: 64.50 persen, Tidak tahu: 2.00 persen.
Penyandang disabilitas terdaftar sebagai pemilih atau selalu dilibatkan untuk menyalurkan hak pilihnya dalam pemilu, Ya: 35.77 persen, Tidak: 22.54 persen, Tidak tahu: 41.69 persen.
Penyandang disabilitas mendapatkan akses dan kemudahan dalam menyalurkan hak pilihnya oleh KPU/KKPS, Ya: 35.77 persen, Tidak: 22.54 persen, Tidak tahu: 41.69 persen.
Kualitas pelayanan yang dilakukan oleh KPU kepada pemilih disabilitas dalam pelaksanaan pemilu selama ini, Pelayanan sangat baik: 24.58 persen, Pelayanan cukup baik: 33.33 persen, Pelayanan kurang baik: 0.56 persen, Pelayanan tidak baik: 0.56 perden, Tidak tahu: 40.96 persen.
Popularitas Calon Bupati dan Wakil Bupati Butur
Untuk survei popularitas dan akseptabilitas calon Bupati Butur yang memiliki hubungan sosial dengan calon bupati Buton Utara, Afirudin Mathara: 0,985, Abdul Salam Sahadia: 98.50 persen, Muh Rukman Basri Zakariah: 98 25 persen, Abu Hasan: 99.00 persen.
Sementara survei popularitas dan akseptabilitas calon Wakil Bupati Butur memiliki hubungan sosial, Rahman: 78.75 persen, Ahmad Afif Darvin: 75.25 persen, Harwis Hari: 75.75 persen, Fahrul Muhammad: 78.50 persen.
Akseptabilitas Calon Bupati dan Wakil Bupati
Berdasarkan survei penerimaan/kesukaan calon bupati yakni Arifudin Mathara: 81.25 persen, Abdul Salam Sahadia: 77.50 persen, Muh Rukman Basri Zakariah: 82.50 persen, Abu Hasan: 76.26 persen.
Untuk penerimaan/kesukaan calon wakil bupati, Rahman: 77.50 persen, Ahmad Afif Darvin: 63.00 persen, Harwin Hari: 71.25 persen, Fahrul Muhammad: 69.50 persen.
Elektabilitas Calon
Berdasarkan survei membiarkan responden menjawab secara spontan sosok yang paling layak dan pantas menjadi Bupati Butur pada Pilkada 2024 nanti menurut masyarakat, AMAN: 31.25 persen, SAFF: 16.25 persen, MANIS: 38.50 persen, AHF 8.25 persen, Belum memutuskan: 5.75 persen.