Genjot Program Hilirisasi Sawit, Pemda Konawe Utara Salurkan 72.868 Bibit Kelapa Sawit untuk 144 Kelompok Tani

oleh -327 Dilihat

Berkabar.co – Konawe Utara – Sultra. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Utara (Konut) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor perkebunan, khususnya melalui program hilirisasi kelapa sawit. Melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura Konut, Pemda menyalurkan sebanyak 72.868 bibit kelapa sawit kepada 144 Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di 9 kecamatan dan 78 Desa/ Kelurahan Berdasarkan SK Bupati Tentang Penetapan Poktan Nomor 468 Tahun 2025.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi Pemda dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor perkebunan sekaligus memperluas akses masyarakat tani terhadap sumber penghidupan yang berkelanjutan. Hilirisasi sawit dianggap sebagai salah satu sektor strategis yang dapat membuka lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi lokal, dan mendukung program ketahanan pangan serta energi nasional.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Konut Yuliatin, S.P,. M.Si dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyaluran bibit sawit tersebut telah melalui mekanisme verifikasi agar tepat sasaran. Setiap kelompok tani Penerima bibit di sesuaikan dengan Jumlah Bibit yang Tersedia di bagi luas lahan yang diusulkan serta hasil validasi di lapangan.

“Total bibit yang disalurkan mencapai 72.868 pohon dengan sasaran 144 Poktan penerima. Bibit yang disalurkan merupakan bibit unggul yang diharapkan mampu menghasilkan produksi tandan buah segar (TBS) berkualitas tinggi dalam beberapa tahun mendatang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sambut HUT RI Ke - 80, Camat Langgikima : Ajak Warganya Kibarkan Bendera Merah Putih secara Serentak

Bupati Konawe Utara H. Ikbar, S.H., M.H. menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari visi pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia berharap dengan adanya dukungan bibit sawit, para petani dapat meningkatkan taraf hidup mereka melalui hasil perkebunan yang lebih bernilai.

“Program hilirisasi sawit tidak hanya sebatas menanam dan memanen. Kita ingin membangun rantai nilai dari hulu ke hilir, mulai dari pembibitan, penanaman, pengolahan hasil hingga pemasaran produk turunan sawit. Dengan begitu, manfaat ekonominya akan lebih besar bagi masyarakat Konut,” ungkap Bupati Ikbar.

Sementara itu, Salah Satu Ketua Kelompok Tani dari Desa Punggomosi, Kecamatan Asera Bisran, S.Kom, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan bibit sawit tersebut sangat membantu masyarakat petani dalam mengembangkan usaha perkebunan rakyat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Konut yang sudah menyalurkan bantuan bibit sawit ini. Ini bukan hanya sekadar bantuan, tapi investasi jangka panjang bagi masa depan petani. Kami akan berusaha maksimal untuk merawatnya agar bisa memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Transfer Daerah Dipotong Rp227 Triliun, Menkeu Purbaya: Banyak Penyelewengan!

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Konut, Yuliatin, S.P., M.Si. Ia menegaskan bahwa program penyaluran bibit sawit ini tidak berhenti di tahun 2025 saja, tetapi akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

“Bantuan bibit sawit ini adalah program berkelanjutan. Tahun 2026 kita sudah siapkan kembali anggaran untuk melanjutkan distribusi bibit dan Pupuk sehingga semakin banyak petani yang bisa merasakan manfaatnya,” jelas Yuliatin.

Pemda juga berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis, penyuluhan, dan monitoring agar para petani benar-benar mendapatkan hasil optimal dari bibit yang telah disalurkan. Selain itu, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta dan investor untuk mendukung pembangunan pabrik mini crude palm oil (CPO) sebagai bagian dari hilirisasi.

Dengan terealisasinya program ini, Pemda Konut optimis dalam kurun waktu 4–5 tahun ke depan akan mulai terlihat hasil nyata dari kebun sawit rakyat, yang pada gilirannya dapat menjadi salah satu sumber andalan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat Konawe Utara.

 

Laporan : Redaksi