Berkabar.co – Sulawesi Tenggara. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, perjalanan panjang kepemimpinan daerah menjadi refleksi penting dalam melihat capaian pembangunan hingga saat ini.
Sejak resmi berdiri pada tahun 1964, Provinsi Sulawesi Tenggara tercatat telah dipimpin oleh sembilan putra terbaik bangsa yang masing-masing memiliki karakter, kelebihan, serta kontribusi tersendiri dalam membangun daerah.
Gubernur pertama, J. Wayong (1964–1965), menjadi peletak fondasi awal pemerintahan di Sulawesi Tenggara. Di tengah keterbatasan, ia berhasil membangun struktur dasar pemerintahan daerah.
Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh La Ode Hadi (1965–1966), yang berperan menjaga kesinambungan pemerintahan di masa transisi awal pembentukan provinsi.
Selanjutnya, Brigjen Eddy Sabara (1966–1978) memimpin cukup lama dan dikenal sebagai sosok yang mampu menciptakan stabilitas serta mendorong pembangunan awal di berbagai sektor.
Pada periode 1978–1982, Drs. Abdullah Silondae melanjutkan estafet kepemimpinan dengan fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik.
Ir. H. Alala (1982–1992) kemudian membawa arah pembangunan yang lebih terencana dan sistematis, menjadi pijakan penting bagi kemajuan daerah di masa berikutnya.
Memasuki era 1992–2003, Drs. H. La Ode Kaimoeddin dikenal luas melalui pembangunan infrastruktur yang masif serta mendorong pertumbuhan daerah yang signifikan.
Kepemimpinan berlanjut kepada Ali Mazi, S.H., yang menjabat pada dua periode (2003–2008 dan 2018–2023). Ia dikenal dengan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan penguatan identitas daerah.
Pada periode 2008–2017, Dr. H. Nur Alam, SE., M.Si. memimpin dengan fokus pada peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada pembangunan daerah.
Kini, estafet kepemimpinan berada di tangan Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka (2025–sekarang), yang diharapkan mampu membawa energi baru dalam mendorong kemajuan, kesejahteraan, dan masa depan Sulawesi Tenggara yang lebih baik.
Momentum HUT ke-62 ini menjadi pengingat bahwa setiap pemimpin telah memberikan warna dan kontribusi terbaiknya. Dengan kelebihan masing-masing, mereka telah meletakkan pondasi kuat bagi kemajuan Sulawesi Tenggara dari masa ke masa.
Laporan : Redaksi




