Jalan Beton Lingkar Tambang MTT Segera Dibangun, Anggaran Capai Rp17 Miliar

oleh -39 Dilihat

Berkabar.co – Wanggudu – Konawe Utara. Bupati Konawe Utara H. Ikbar, SH., MH. memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait percepatan pembangunan jalan beton Mandiodo, Tapunggaya dan Tapuemea (MTT) yang dilaksanakan di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Konawe Utara, Kamis, 2 April 2026.

Rakor tersebut diikuti Forkompimda Kabupaten Konawe Utara, sejumlah OPD terkait, pihak perusahaan tambang, serta Tim Forum Percepatan Pembangunan Jalan Beton MTT. Rapat ini bertujuan untuk mempercepat realisasi pembangunan jalan beton lingkar tambang yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Mandiodo, Tapunggaya dan Tapuemea.

Dalam rapat tersebut, disepakati dan dituangkan dalam berita acara kesepakatan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara, pihak perusahaan tambang, dan masyarakat lingkar tambang beberapa poin penting.

Pertama, percepatan pembangunan jalan beton Mandiodo, Tapunggaya dan Tapuemea sepanjang 2,8 kilometer disepakati akan didukung oleh perusahaan tambang, yakni PT Antam Tbk UBPN Konawe Utara, PT Cinta Jaya, PT Bumi Nikel Nusantara, PT Bumi Putera, dan PT Bumi Konawe Minerina dengan kontribusi masing-masing sebesar Rp2,8 miliar.

BACA JUGA:  Viral_ Keindahan Bundaran CBD Konasara Semakin Memikat Hati.

Kedua, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk mendukung pembangunan jalan beton tersebut.

Ketiga, total Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan jalan beton Mandiodo, Tapunggaya dan Tapuemea sepanjang 2,8 kilometer mencapai Rp17 miliar.

Keempat, pembangunan jalan beton tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Kelima, setiap pertemuan antara pemerintah daerah dengan pemegang IUP diwajibkan melibatkan Forum Percepatan Pembangunan Jalan Beton MTT.

Keenam, alokasi anggaran pembangunan jalan beton MTT berasal dari dana Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tahun berjalan.

Ketujuh, Dinas PUPR Kabupaten Konawe Utara akan merampungkan perencanaan pembangunan jalan beton tersebut dalam waktu dua minggu.

Bupati Konawe Utara H. Ikbar, S.H., M.H dalam arahannya menyampaikan bahwa pembangunan jalan beton Mandiodo, Tapunggaya dan Tapuemea merupakan kebutuhan mendesak masyarakat lingkar tambang, sehingga harus segera direalisasikan melalui sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan tambang dan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jalan beton tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan infrastruktur daerah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah lingkar tambang.

BACA JUGA:  Sekda Konut Dampingi Gubernur Sultra dalam Audiensi dengan Menteri Perumahan dan Permukiman RI

“Kita ingin pembangunan jalan beton Mandiodo, Tapunggaya dan Tapuemea ini segera terealisasi. Ini adalah kebutuhan masyarakat dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, perusahaan tambang dan masyarakat lingkar tambang,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan agar seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut dapat berkontribusi melalui dana Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sehingga pembangunan jalan beton dapat berjalan sesuai target dan selesai pada tahun 2026.

Ia juga meminta Dinas PUPR Kabupaten Konawe Utara untuk segera merampungkan perencanaan teknis dalam waktu dua minggu agar proses pembangunan dapat segera dimulai.

“Kita targetkan selesai tahun 2026, sehingga saya minta Dinas PUPR segera menyelesaikan perencanaan dan seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sama agar pembangunan jalan beton ini berjalan lancar,” tegasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap pembangunan jalan beton lingkar tambang Mandiodo, Tapunggaya dan Tapuemea dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah lingkar tambang.

Laporan : Redaksi